Mar 24, 2010

Shutter Island

Shutter Island 
Nilai : 8/10
Nonton di : Premiere Pondok Indah 


Shutter Island adalah sebuah film psikologis thriller Hollywood yang dirilis di tahun 2010 ini. Disutradarai oleh sang maestro, Martin Scorsese. Film ini diangkat berdasarkan novel karya Dennis Lehane di tahun 2003 dengan judul yang sama. Film ini diperankan oleh Leonardo DiCaprio yang berperan sebagai US Marshal Edward "Teddy" Daniels, yang ditugaskan untuk menyelidiki sebuah kasuk di sebuah fasilitas kejiwaan yang terletak di Shutter Island.

Bersetting pada tahun 1954, US Marshal Edward "Teddy" Daniels (Leonardo DiCaprio) dan rekan barunya Chuck Aule (Mark Ruffalo), ditugaskan menuju Shutter Island. Kedatangan mereka untuk meyelidiki sebuah kasus atas hilangnya salah satu pasien, yaitu Rachel Solando, dari Rumah Sakit Ashecliffe. Rumah sakit ini adalah fasilitas kejiwaan bagi para pasien dan para kriminal yang telah mengalami gangguan kejiwaan berat. Shutter Island ini sendiri berada di Boston Harbor. Sesampainya di sana, Teddy bertemu Dr John Cawley (Ben Kingsley), psikiater kepala di rumah sakit ini. Dr Cawley menjelaskan bahwa Rachel dibawa kemari setelah mengalami gangguan kejiwaan setelah menenggelamkan ketiga anaknya.

Edward berusaha keras untuk menyelidiki kasus ini. Bagaimana bisa Rachel keluar dari pulau tersebut. Karena sangat tidak mungkin untuk keluar dari pulau ini, di mana hanya ada satu pintu keluar yaitu melalui suatu dermaga yang dijaga ketat oleh para petugas. Teddy kemudian melihat ada sebuah mercusuar di kejauhan sana dan bertanya kepada petugas apakah sudah dilakukan pencarian di sana, dan ia diberitahu bahwa tempat itu sudah digeledah berkali-kali. Kemudain Teddy meminta untuk melihat file data personal rumah sakit namun Dr Cawley menolak

Pada malam harinya itu, Teddy mengalami mimpi aneh di mana ia bertemu istrinya Dolores Chanal (Michelle Williams), yang telah tewas dalam peristiwa kebakaran dua tahun lalu. Dalam mimpinya, Dolores mengatakan bahwa Rachel masih berada di pulau itu. Dan memberi tahu bahwa Andrew Laeddis lah yang bertanggung jawab atas semuanya.

Di pagi harinya, Edward memulai sesi wawancara dengan rekan-rekan Rachel dalam satu kelompok terapi. Mulai melakukan investigasi tentang siapakah sebenarnya Andrew Laddies. Di hampir beberapa scene, terlihat Edward mengalami migrain yang sangat parah, hingga menyebabkan ia tertidur dan selalu bermimpi aneh. Tentang pengalamannya waktu perang dunia II.  

Akhirnya Edward menuju Ward C, yaitu bangunan tempat pasien yang paling berbahaya. Dia bertekad untuk mencari Laeddis di ruang C tersebut. Di sana ia menemukan Noyce (Jackie Earle Haley) yang takut untuk dibawa ke mercusuar, di mana tempat tersebut merupakan tempat  operasi rahasia “lobotomies” (alias eksekusi) dilakukan. Lalu tiba-tiba Noyce berkata kepada Teddy bahwa seluruh penyelidikan ini adalah permainan yang diperuntukan bagi Teddy.

Mar 23, 2010

Alice in Wonderland

Nilai : 8/10
Nonton di : Blitz Megaplex Teras Kota dan Pacific Place

Awal film dimulai dengan cerita flash back ketika Alice masih kecil. Ia sering bermimpi aneh di malam hari. Dalam mimpinya, Alice bertemu dengan makhluk-makhluk aneh.

Kemudian scene-nya langsung lompat ke sepuluh tahun kemudian, ketika Alice sudah tumbuh menjadi seorang gadis dewasa, yang diperankan oleh artis asal Australia, Mia Wasikowska. Cerita berawal ketika Alice Kingsleigh menghadiri suatu pesta kebun, di mana  ia akan dilamar oleh Lord Ascott. Karena masih merasa ragu dan bimbang, akhirnya Alice berlari menjauhi orang-orang menuju ke arah taman, mengejar kelinci berompi biru. Secara tidak sengaja, Alice jatuh ke dalam lubang besar. Dari sinilah awalnya Alice masuk menjelajahi dunia, yang bernama Underland.
Sebelum masuk ke dunia Underland, Alice harus meminum ramuan yang dapet merubah dirinya menjadi kecil sehingga ia dapat masuk ke dalam dunia Underland. Setelah masuk ke dunia Underland, Alice bertemu dengan the White Rabbit, the Dormouse, burung Dodo, dan si kembar Tweedledum and Tweedledee. Mereka semua percaya bahwa inilah “The Right” Alice seperti yang diramalkan akan mengalahkan the Red Queen's Jabberwocky pada saat the Frabjous Day. Dan akan mengembalikan tahta kerajaan kepada adiknya, yaitu the White Queen’s.

Dalam perjalanan di hutan, mereka disergap oleh Bandersnatch dan playing-card soldiers yang dipimpin oleh the Knave of Hearts. Alice kemudian melarikan diri dan terus kabur ke  dalam hutan. Karena tidak berhasil, akhirnya The Knave pulang ke istana Red Queen dan menginformasikan kepada Red Queen bahwa Alice telah kembali ke Underland dan diramalkan akan mengancam pemerintahannya. Akhirnya playing-card soldiers diperintahkan  oleh Red Queen untuk menemukan Alice segera.

Kemudian ceritanya berlanjut ketika Alice bertemu dengan Mad Hatter, yang diperankan oleh one of my favourite actor, Johnny Depp. Selanjutnya Hatter membawa Alice menuju istana White Queen. Dalam perjalananan ke istana White Queen, Hatter ditangkap dan dihukum ke istana Red Queen. Sedangkan Alice dilempar jauh menggunakan topinya Mad Hatter. Sesampainya di istana Red Quuen, Mad Hatter berusaha memberi pernyataan bahwa Alice yang sedang dicari bukanlah seperti Alice yang diramalkan.


Akhirnya Alice ditemukan oleh Bayard the Bloodhound, yang ingin membawanya kepada White Queen, tapi Alice bersikeras untuk membantu Hatter, sehingga mereka pergi menuju istana Red Queen untuk menolong Mad Hatter. Serta untuk mengambil pedang Vorpal, yaitu pedang yang diramalkan bisa untuk mengalahkan Red Queen. Akhirnya dengan kecerdikan Alice, mereka pun berhasil lolos  dan melarikan diri dari istana Red Queen.


Ketika tiba Frabjous Day, baik Red Queens dan White Queen mengumpulkan tentara mereka  untuk berperang di medan perang, yang menyerupai papan catur. Tujuannya untuk menentukan nasib Underland. Sebelum dimulai White Queen menawarkan kakaknya kesempatan untuk perdamaian, namun ditolak. Akhirnya peperangan dimulai dan diakhiri dengan kemenangan oleh Alice. Setelah memenangkan pertempuran, Red Queen bersama the Knave mendapat hukuman menuju the Outlands. Setelah tugasnya selesai akhirnya Alice diberi ramuan darah Jabberwocky, yang akan membawanya pulang. Hatter membujuknya untuk tetep tinggal di Underland, tetapi Alice memutuskan bahwa ia harus pergi kembali dan berjanji bahwa suatu saat dia akan kembali.

Setelah minum ramuan itu, Alice pulang kembali ke dunia nyata. Ternyata di dunia nyata masih seperti yang ditinggalkannya pada awal cerita. Kemudian Alice berlari menuju Lord Ascott dan dengan sangat yakin dia menolak tawaran Lord Ascott karena ia bercita-cita ingin mengembangkan impian ayahnya untuk membuka rute dagang ke Asia. Begitulah inti cerita dari film ini.

Kalo secara cerita, yahh intinya seeh biasa aja, mengalir dan gampang ditebak. Jagoan pasti menang.  Gambarnya juga bagus kok, cuma lebih didonimasi warna gelap sepanjang film. Gak seperti film buatan Disney lainnya. Btw, inilah film pertama yang gue tonton secara 3D lohh. Berhubung ini juga film buatan Disney, maka pastilah harus happy ending terakhirnya.  Tapi yang perlu diacungin jempol adalah costume designer-nya dan juga visual effect-nya. Unik-unik semua. Selain itu teknik  CGI-nya  dan pembuatan tempatnya, bisa pas banget. Sampe Helena Bonham Carter bisa pas dan cocok memerankan Red Queen yang difilmnya dibuat dengan bentuk kepala yang lebih besar. 

Kalo moment yang seru di film ini lumayan cukup banyak. Diantaranya ketika Ayahnya Alice, Mr. Kingsleigh di awal film menyebutkan dengan tepat, Jakarta. Selain itu pada saat Red Queen, mengucapkan quote-nya yang kayaknya bakal jadi legend  “I need a pig here” dan juga pada saat  ngamuk, bawaannya mo eksekusi aja. “Over the Head”. Emang juara banget dah Helena Bonham Carter. Inilah karakter yang paling gue suka di film ini. Pas banget karakter jahatnya  Sedangkan kalo White Queen, yang diperanin Anna Hathaway biasa aja seeh, tetep cantik seperti biasa. Cuma karakternya aja yang dibuat agak lebay. Secara keseluruhan neeeh film bagus bener. Pokoknya kalo udah Tom Burton, Johnny Depp, dan Helena Bonham Carter bergabung di satu film pasti mantep lah. Belum ada yang mengecewakan gue.

Mar 18, 2010

Another Trip to Jakarta

Gile yahhh, mobile banget gue ini. Minggu lalu baru ke Medan. Eh, minggu depannya ke Jakarta. Rasanya di jaman sekarang, jarak bukan lagi masalah. Sejak tiket pesawat di Indonesia  udah terjangkau dan belinya pun gak ribet, bisa online di mana aja, naek pesawat sekarang udah bukan lagi suatu hal yang mewah. Sejak pertama kali naek pesawat pas pertama kali menuju Pekanbaru sekitar 4 tahun lalu sampe sekarang udah gak tau lagi udah berapa kali gue naek pesawat. Kayaknya hampir beberapa maskapai penerbangan besar di Indonesia udah gue cobain. Dan kadang-kadang gue punya nama sendiri buat mereka. Kayak Lion Air (gue nyebutnya Singa Udara), Batavia Air (gue nyebutnya  Djakarta Tempo Doeloe), Sriwijaya Air (gue nyebutnya Mbak Sri), Air Asia (gue nyebutnya Udara Asia) dan Garuda Indonesia (gue nyebutnya Haruda). 

Perjalanan kali ini ke Jakarta dalam rangka menghadiri pernikahan salah satu rekan di Pekanbaru, yaitu si Heru. Selain itu juga gue punya misi terselubung juga seeh. Pengen mendapatkan keinginan yang belum tercapai ampe sekarang, yaitu membeli sebuah Macbook Pro. Udah lama banget seeh ngidam neeh Macbook. Tapi perlu ngumpulin duit yang banyak dulu. Karena tahu gue mo beli laptop, eh ternyata temen satu rumah gue si Arif juga akhirnya ikutan beli Macbook juga. Hwahahaha…. (sekali lagi gak pernah meng-ajarin yahh)

Berangkat dari Dumai bersama Mbah naeek travel malem langganan kita, travel PSR. Gue udah suka aja dengan neeh travel karena mobilnya L-300, jadi kaki bisa lega. Dan juga, si supir nya udah ngerti tempat jemput dan tempat gue turun baek di Dumai maupun diPekanbaru. Perjalanan ke Pekanbaru ditempuh selama lebih kurang 5 jam aja. Sampe di Pekanbaru sekitar jam 1 pagi dan menginap di kost-an ombolot.